Labels

Thursday, March 24, 2011

Bandung Lautan Api (24 Maret 1946 -24 Maret 2011)

Halo-halo Bandung
Ibukota periangan
Halo-halo Bandung
Kota kenang-kenangan
Sudah lama beta
Tidak berjumpa dengan kau
Sekarang telah menjadi lautan api
Mari bung rebut kembali!
-Ismail Marzuki- 


 Sajak Seorang Tua Tentang Bandung Lautan Api
Oleh:W.S. Rendra

Bagaimana mungkin kita bernegara
Bila tidak mampu mempertahankan wilayahnya
Bagaimana mungkin kita berbangsa
Bila tidak mampu mempertahankan kepastian hidup
bersama ?
Itulah sebabnya
Kami tidak ikhlas
menyerahkan Bandung kepada tentara Inggris
dan akhirnya kami bumi hanguskan kota tercinta itu
sehingga menjadi lautan api
Kini batinku kembali mengenang
udara panas yang bergetar dan menggelombang,
bau asap, bau keringat
suara ledakan dipantulkan mega yang jingga, dan kaki
langit berwarna kesumba

Kami berlaga
memperjuangkan kelayakan hidup umat manusia.
Kedaulatan hidup bersama adalah sumber keadilan merata
yang bisa dialami dengan nyata
Mana mungkin itu bisa terjadi
di dalam penindasan dan penjajahan
Manusia mana
Akan membiarkan keturunannya hidup
tanpa jaminan kepastian ?

Hidup yang disyukuri adalah hidup yang diolah
Hidup yang diperkembangkan
dan hidup yang dipertahankan
Itulah sebabnya kami melawan penindasan
Kota Bandung berkobar menyala-nyala tapi kedaulatan
bangsa tetap terjaga

Kini aku sudah tua
Aku terjaga dari tidurku
di tengah malam di pegunungan
Bau apakah yang tercium olehku ?

Apakah ini bau asam medan laga tempo dulu
yang dibawa oleh mimpi kepadaku ?
Ataukah ini bau limbah pencemaran ?

Gemuruh apakah yang aku dengar ini ?
Apakah ini deru perjuangan masa silam
di tanah periangan ?
Ataukah gaduh hidup yang rusuh
karena dikhianati dewa keadilan.
Aku terkesiap. Sukmaku gagap. Apakah aku
dibangunkan oleh mimpi ?
Apakah aku tersentak
Oleh satu isyarat kehidupan ?
Di dalam kesunyian malam
Aku menyeru-nyeru kamu, putera-puteriku !
Apakah yang terjadi ?

Darah teman-temanku
Telah tumpah di Sukakarsa
Di Dayeuh Kolot
Di Kiara Condong
Di setiap jejak medan laga. Kini
Kami tersentak,
Terbangun bersama.
Putera-puteriku, apakah yang terjadi?
Apakah kamu bisa menjawab pertanyaan kami ?

Wahai teman-teman seperjuanganku yang dulu,
Apakah kita masih sama-sama setia
Membela keadilan hidup bersama

Manusia dari setiap angkatan bangsa
Akan mengalami saat tiba-tiba terjaga
Tersentak dalam kesendirian malam yang sunyi
Dan menghadapi pertanyaan zaman :
Apakah yang terjadi ?
Apakah yang telah kamu lakukan ?
Apakah yang sedang kamu lakukan ?
Dan, ya, hidup kita yang fana akan mempunyai makna
Dari jawaban yang kita berikan.

Tuesday, March 22, 2011

TA anda ada diTAngan anda!

uwowowowwoow udah minggu ke 4 bulan maret ceunah, hag siah...
*teringat gara2 dosen mata kuliah PA - 22032011.
mulai minggu depann harus udah perancangan, dilanjutkan realisasi, @.@ oh mennnn banget lah.
Semoga si Matrix Butler bersahabat dengan saya, mengingat belum digabung rangkaiannya +___+
Mari semangat....mari semangat....kerjakan!


TA anda ada diTAngan anda!
berdoa! berusaha!

bismillahirrahmanirrahim....
kerjakan BAB 1 dan BAB 2 achiw!!!!

#edisi tugas akhir

Tuesday, March 15, 2011

selamat ulang tahun

"... Aku tidak tahu kemalangan jenis apa yang menimpa kamu, tapi aku ingin percaya ada insiden yang cukup dahsyat di dunia serba selular ini hingga kamu tidak bisa menghubungiku. Mungkinkah matahari lupa ingatan, lalu keasyikan terbenam atau terlambat terbit? Bahkan kiamat pun hanya berbicara soal arah yang terbalik, bukan soal perubahan jadwal."




Ribuan detik kuhabisi
Jalanan lengang kutentang
Oh, gelapnya, tiada yang buka
Adakah dunia mengerti?

Miliaran panah jarak kita
Tak jua tumbuh sayapku
Satu-satunya cara yang ada
Gelombang tuk ku bicara

Tahanlah, wahai Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Untuk dia yang terjaga menantiku

Tengah malamnya lewat sudah
Tiada kejutan tersisa
Aku terlunta, tanpa sarana
Saluran tuk ku bicara

Jangan berjalan, Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang harus tiba tepat waktunya
Semoga dia masih ada menantiku

Mundurlah, wahai Waktu
Ada "Selamat ulang tahun"
Yang tertahan tuk kuucapkan
Yang harusnya tiba tepat waktunya
Dan rasa cinta yang s'lalu membara
Untuk dia yang terjaga
Menantiku

berbicara kepada diri sendiri

Aku selalu berbicara kepada diriku, saat aku merasa teman terbaikku adalah diriku sendiri...aku bukan orang baik, tapi aku tak seburuk itu....aku hanya berusaha menjadi baik.

Sunday, March 6, 2011

the spirit "still" carries on

Saya hanya terdiam saat ini. Sudah lama saya tidak seperti ini. Terdiam, sesak, tapi tak bisa mengeluarkan dan mendeskripsikan apa yang saya rasakan. Sudah lama saya merasakan bahwa saya sudah bisa berdiri tegak lagi seperti sebelumnya. Ya, saya anggap saja begitu, walaupun sebenarnya sulit tapi saya tidak ingin jauh tenggelam. Namun tak dapat dipungkiri, saya kembali teringat, bahkan mengingat, mengingat sesuatu yang benar menurut teman saya "This effect is bigger than i thought before ….". Itu karena saya sangat mengingat dengan baik, dengan sangat detail, hari-hari di bulan ini setahun kemarin.


Ya...hal itu membuka pikiran saya, dan membuat saya semakin mengerti. Allah tidak akan pernah memberi cobaan yang makhluk-Nya tak bisa hadapi. Hal itu membuat saya makin percaya dan yakin bahwa sepahit apapun cobaan, Allah tetap bersama kita. Untuk itu, saya mencoba lebih kuat dan ikhlas. Tersenyum, tersenyum, dan menjadi lebih kuat. Inilah pelajaran mahal dari semua yang terjadi setahun kemarin. Saya tak bisa mendeskripsikan satu-persatu pelajaran yang saya dapatkan...karena itu terlalu banyak, dan tidak dapat diungkapkan.


Hari ini saya kembali meresapi apa yang saya rasakan setahun kemarin, hanya satu yang ada di benak saya kali ini...your spirit carries on...


"Move on, be brave
Don't weep at my grave
Because I am no longer here
But please never let
Your memory of me disappear"
-dream theater, the spirit carries on-