-----"Aku berangkat..." ujar sahabatnya, lelaki itu selalu berujar dengan dinginnya, ia mau terbang katanya, terbang ke alam mimpi. Akhir-akhir ini lelaki itu sering berkata demikian padanya, dengan wajah yang berubah ceria. Mulai beberapa minggu yang lalu, wajah sahabatnya memang agak berubah, berseri-seri, terlebih lagi ia akan melakukan penerbangan. Penerbangan yang sama dengan beberapa bulan lalu. Penerbangan kali ini mungkin lebih hati-hati, ia sudah tahu berapa besar resikonya.
Lagi-lagi ia berpesan, dengan nada datar, tiada yang perlu ditekankan. "Kamu memang sedang terbang kan? cepatlah mendarat, sebelum kau terjatuh untuk kesekian kalinya.", ia menghela napasnya "mendaratlah pelan2...". Lelaki itu menanggapi sahabatnya seperti biasa, dengan senyuman kecil, "....baiklah saya akan mendarat di tempat yang tepat...".
Kali ini ia menanggapi lelaki itu dengan cukup panjang lebar, dengan sedikit garis kekhawatiran dan terbesit ingatan akan sesuatu, yang ia tak ketahui. "----- Ya mendaratlah di daratan yang dapat kau pijak. Apakah kau sudah siap dengan parasut dan kantung-kantung perbekalan mu jika seandainya kau harus mendarat darurat?". Lagi-lagi lelaki itu menjawab dengan yakinnya, " itu sudah dipersiapkan dengan sangat matang...".
Keyakinannya terlihat dari senyumannya, nampaknya lelaki itu tahu jelas resikonya. Tetapi ia tak bosan berpesan pada lelaki itu, ya mungkin saja hal ini sangat lumrah mengingat lelaki itu sahabatnya. Ia selalu bilang, "hati-hati di penerbangan ya, berdoalah sebelum terbang....agar tiba di tempat tujuan dengan selamat...".
Kali ini ia berharap tempat tujuan lelaki itu benar-benar tempat yang dapat dipijak.
Tak peduli apa dan siapa yang membuatmu terjatuh, berapa lama yang kau butuhkan tuk berdiri lagi, kau tak akan bisa melewatinya tanpa seorang sahabat.
Tak peduli apa dan siapa yang membuatmu terjatuh, berapa lama yang kau butuhkan tuk berdiri lagi, kau tak akan bisa melewatinya tanpa seorang sahabat.
akupun berhara agar laki2 itu dapat menggapai tujuannya, dengan harapan dy menggapai apa yng dy dan tuhyannya anggap baik untuk dia dan penerbangannya itu...
ReplyDeleteamin... :D
ReplyDeletesdkit mnmbahkan...mendarat di waktu dan kondisi yang tepat hingga slmat sampai tjuan..^_^ prumpaman yg luar biasa saudari..
ReplyDelete